Atau jika belum, nonton deh, dijamin kamu bakal suka, karena film yang dibintangi aktor Leonardo DiCaprio ini akan mengaduk-aduk rasa penasaran kamu dengan misteri psikologis dalam alur ceritanya. Kamu mungkin juga akan menonton ulang film ini untuk memperhatikan detailnya. Hmmm sampai sini sudah penasaran?
Sinopsis Shutter Island
Pada 1954, Edward "Teddy" Daniels, seorang marsekal Amerika Serikat ditugaskan untuk menyelidiki hilangnya seorang pasien berbahaya yang telah melarikan diri dari rumah sakit jiwa. Peristiwa-peristiwa aneh mulai muncul, hingga dia mulai meragukan segalanya, termasuk kewarasannya.
Film yang dipublikasi pada tahun 2010 besutan sutradara Martin Scorsese ini mendulang banyak pujian dan bahkan diskusi panjang di antara para penontonnya. Bagaimana tidak, selain karena gaya plotnya yang unik dan mengajak berpikir, film bergenre neo-noir psychological thriller ini juga menyajikan ending cerita yang tak terduga.
Bahkan, para penonton film ini terbagi menjadi 2 golongan pendapat mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Shutter Island. Sampai sini, jika kamu belum nonton, sebaiknya jangan lanjut ya karena ceritanya bakal bocor. Nonton dulu filmnya, terus balik ke sini..
SPOILER ALERT !
Teka-teki film Shutter Island. Sebenarnya apa yang terjadi di Shutter Island? Setidaknya ada 2 pendapat :
1. Teddy Daniels bukan pasien RSJ Ashecliffe
Dia dijebak untuk dicuci otaknya (brainwash) karena rencana Teddy untuk menyelidiki praktik cangkok otak (lobotomi) dan menyerukan penutupan RSJ tersebut telah diketahui dan membuat pihak RSJ tak senang.Pihak RSJ yakni Dr.Cawley, Dr. Sheehan dll merancang sebuah permainan dengan memancing Teddy datang ke Shutter Island untuk menyelidiki hilangnya Rachel Solando. Sementara Dr. Sheehan berpura-pura menjadi rekan Teddy, marsekal Chuck Aule untuk memata-matai tindak tanduk Teddy.
Selama di RSJ, mereka memasukkan obat psikotropika dalam aspirin, rokok, minuman, dan makanan Teddy untuk mengacaukan pikiran Teddy. Mereka pun mulai melakukan brainwash dengan secara perlahan menanamkan kasus Rachel Solando yang telah menenggelamkan ketiga anaknya hingga tewas, ke dalam pikiran Teddy.
Saat Teddy lengah karena sudah ada dalam pengaruh obat, Dr. John Cawley dan Dr. Sheehan meyakinkan Teddy bahwa dia adalah Andrew Laddies. Pasien RSJ Ashecliffe paling berbahaya, yang mengalami gangguan mental sejak 2 tahun lalu karena membunuh istrinya, Dolores Chanal yang telah membunuh ketiga anak mereka dengan menenggelamkannya di danau belakang rumah.
Padahal yang sebenarnya, Teddy belum memiliki anak. Yang sering dilihat Teddy dalam mimpi adalah anak yang pernah dilihatnya sebagai korban kekejaman Nazi. Dolores meninggal saat apartemen mereka terbakar. Dan yang membakar apartemen tersebut adalah Andrew Laddies, pasien RSJ yang dicari-cari Teddy.
Karena merasa sudah tidak mungkin keluar pulau Shutter, pada ending cerita Teddy menyerahkan dirinya untuk di-lobotomi. Dia merasa lebih baik di-lobotomi yang menjadikannya seperti mayat hidup ketimbang harus hidup menerima brainwash yang membuatnya merasa seperti monster yang membunuh istri sendiri.
2. Teddy Daniels adalah Andrew Laddies, pasien RSJ Ashecliffe
Teddy Daniels alias Andrew Laddies yang memiliki latar belakang militer dan sudah 2 tahun menjadi pasien RSJ Ashecliffe sudah sangat meresahkan karena sering membuat kekacauan. Kasus terakhir, dia memukul pasien lain George Noyce hingga wajahnya hancur karena menyebut Teddy dengan nama aslinya "Laddies".Mendapat ultimatum untuk melakukan lobotomi pada Teddy demi "menjinakkan" Teddy, Dr. Cawley mencari jalan agar Teddy bisa sembuh tanpa harus di-lobotomi. Dia bersama Dr. Sheehan lalu merancang metode penyembuhan dengan membiarkan Teddy memainkan fantasinya, sementara mereka secara perlahan menarik Teddy kembali ke realita.
Semua yang dijelaskan Dr. Cawley dan Dr. Sheehan adalah benar. Pada 1952, Teddy mengalami trauma berat karena ketiga anaknya tewas tenggelam di tangan istrinya yang mengalami gangguan jiwa. Merasa sangat terpukul, dia lalu membunuh istri yang masih sangat dicintainya itu dengan menembaknya. Paska kejadian itu, Teddy dimasukkan di RSJ Ashecliffe.
Karena sulitnya menerima kenyataan, Teddy mengalami delusi, menciptakan kronologi sendiri di kepalanya tentang kenapa dia bisa ada di RSJ, dan apa yang menyebabkan istrinya meninggal. Dia berfantasi bahwa istrinya meninggal karena asap dari api yang membakar apartemennya, sementara orang yang membakar apartemen tersebut adalah Andrew Laddies.
Dia pun melanjutkan fantasinya bahwa dia ke RSJ Ashecliffe untuk menyelidiki praktik lobotomi RSJ sekaligus mencari Andrew Laddies. Pada akhirnya, Teddy tidak dapat menemukan Andrew Laddies karena dia lah Andrew Laddies.
Di akhir film, Andrew Laddies sadar dari delusinya. Namun kenyataan bahwa istrinya membunuh ketiga anaknya dan dia membunuh istrinya terlalu pahit baginya. Di satu sisi, dia takut bahwa delusinya kambuh kembali dan menjadikannya layaknya monster yang membahayakan orang lain.
Maka dia pun memilih untuk di-lobotomi, untuk menghilangkan memori kelam dari ingatannya, dan memutus kemungkinan delusinya kambuh.
Lalu yang mana di antara 2 pendapat tersebut yang benar? Jika film ditelaah secara seksama, pendapat ke-2 tampak lebih kuat. Kenapa?
12 Bukti Teddy Daniels pasien RSJ Ashecliffe
1. Di awal film, Teddy sempat takut dengan air laut. Seolah sebelumnya ada kejadian tidak menyenangkan yang berkaitan dengan air.2. Saat Teddy tiba di Shutter Island, para polisi yang berjaga di pelabuhan terlihat tegang dan tampak bersiap dengan senjatanya. Seakan yang datang adalah orang berbahaya dan bukan marsekal yang akan membantu mereka.
3. Ketika Teddy menginterogasi pasien bernama Peter Breene, secara tiba-tiba Teddy tahu bahwa kelemahan pasien itu adalah suara coretan pensil di kertas. Seolah Teddy sebelumnya sudah pernah bertemu dan mengenal pasien itu.
4. Saat pasien wanita yang bernama Mrs.Kearns ditanyai Teddy soal 'Andrew Laddies', wajahnya berubah takut lalu buru-buru pergi. Respon ini menjadi masuk akal jika mengingat ada kejadian Teddy memukul pasien lain lantaran marah disebut "Laddies"
5. Ada petugas yang berjaga di belakang Teddy saat menginterogasi pasien. Petugas itu tampak bereaksi sewaktu Teddy marah dan menarik baju Peter Breene. Jika Teddy adalah marsekal, dia tidak seharusnya diawasi petugas.
6. Saat para perawat dikumpulkan untuk ditanyai, mereka tampak kurang antusias dan kurang sopan (membuat lelucon dan tertawa), seolah yang ada di hadapan mereka bukan marsekal utusan pemerintah.
7. Saat para petugas disuruh mencari Rachel Solando, mereka juga tampak tidak serius dan malas-malasan. Padahal normalnya, jika di sana ada tentara berpangkat marsekal, harusnya mereka menunjukkan kinerja yang baik. Ini seakan menunjukkan yang ada di sana bukan marsekal sungguhan.
8. Kejadian Teddy bertemu dengan Rachel Solando di dalam gua adalah halusinasi Teddy. Ditandai dengan Rachel yang langsung tahu bahwa Teddy adalah marsekal padahal mereka baru pertama bertemu, dan saat itu Teddy tidak sedang mengenakan atribut marsekalnya.
9. Kejadian saat Teddy bertemu dengan George Noyce di bangsal C (ward C) kemungkinan adalah bagian dari skenario untuk menyadarkan Teddy dari delusinya.
Sebelum masuk ke bangsal C, Chuck (Dr. Sheehan) lah yang memberi ide untuk masuk ke bangsal C. Keluar dari bangsal tersebut, Teddy semakin penasaran untuk masuk ke mercusuar, tempat di mana pada ending film Teddy disadarkan.
10. Halusinasi Teddy juga terlihat saat dia melihat segerombolan tikus keluar dari dalam batuan. Padahal tikus bukan tipe hewan bergerombol. Pemandangan yang ganjil terlebih lokasinya di tepi laut. Apa yang dilakukan tikus-tikus itu di sana?
11. Scene saat Teddy menembak istrinya, Dolores setelah mengetahui ketiga anaknya meninggal akibat ditenggelamkan Dolores bukanlah mimpi.
10. Halusinasi Teddy juga terlihat saat dia melihat segerombolan tikus keluar dari dalam batuan. Padahal tikus bukan tipe hewan bergerombol. Pemandangan yang ganjil terlebih lokasinya di tepi laut. Apa yang dilakukan tikus-tikus itu di sana?
11. Scene saat Teddy menembak istrinya, Dolores setelah mengetahui ketiga anaknya meninggal akibat ditenggelamkan Dolores bukanlah mimpi.
Karena mimpi Teddy seperti yang sebelum-sebelumnya, dicirikan dengan visualisasi acak yang tidak nyambung. Sementara kejadian di danau belakang rumah Teddy itu terlalu runut dan teratur.
12. Di akhir film, dr.Sheehan mendatangi Teddy untuk menawarkan rokok dan bercakap. Namun Teddy kembali memanggil dr.Sheehan sebagai "Chuck"
12. Di akhir film, dr.Sheehan mendatangi Teddy untuk menawarkan rokok dan bercakap. Namun Teddy kembali memanggil dr.Sheehan sebagai "Chuck"
Mendengar itu, Dr. Sheehan tampak menunduk lalu memberi isyarat menggelengkan kepala pada dr.Cawley yang sedang mengawasi dari seberang. Seperti seseorang yang kecewa karena telah gagal.
Namun dengan tenang dr.Sheehan kembali berakting sebagai Chuck. Seakan yang ada di pikirannya "Hmmhh...tidak berhasil, dia belum waras, ya sudah pura-pura jadi Chuck lagi."
1. Gelas menghilang cuma sudut pandang penglihatan Teddy saja karena dia punya trauma yang berkaitan dengan air
2. Sebagai pasien RSJ, Mrs. Kearns masih kurang waras. Seolah-olah minum, padahal tidak memegang gelas adalah bagian dari ketidakwarasannya. Dan gelas kosong saat diletakkan di meja hanya sudut pandang Mrs.Kearns. Buktinya gelas tampak terisi saat dia hendak pergi.
Pasien wanita ini mungkin saja mengulang gerakan saat dia diajarkan untuk 'jangan bilang-bilang kalau kita semua sedang acting' di hadapan Andrew Laddies alias Teddy.
Nah, bagaimana menurut kamu? Apa ada lagi hal yang misterius dan tak terpecahkan dari film Shutter Island? Komen di bawah ya..
Setelah Teddy bertanya "Mana yang lebih buruk, hidup sebagai monster, atau mati sebagai orang baik?" barulah ekspresi Dr.Sheehan tampak heran.
Seperti curiga bahwa Teddy hanya pura-pura belum waras, agar kemudian dilobotomi untuk menghilangkan total karakter "monster" Andrew Laddies-nya.
Misteri 'Gelas Hilang' nya Mrs Kearns
Mungkin di antara kalian ada yang penasaran juga, pas adegan "gelas hilang" saat Teddy menginterogasi Mrs.Kearns. Kalau kita perhatikan dengan seksama:- Gelas tampak berisi air saat Dr. Sheehan membawakannya
- Gelas menghilang saat Mrs.Kearns minum dengan tangan kanannya
- Gelas muncul lagi dalam keadaan kosong saat Mrs.Kearns meletakkannya di meja dengan tangan kirinya
- Gelas di atas meja tampak terisi kembali saat Mrs.Kearns berdiri untuk pergi
1. Gelas menghilang cuma sudut pandang penglihatan Teddy saja karena dia punya trauma yang berkaitan dengan air
2. Sebagai pasien RSJ, Mrs. Kearns masih kurang waras. Seolah-olah minum, padahal tidak memegang gelas adalah bagian dari ketidakwarasannya. Dan gelas kosong saat diletakkan di meja hanya sudut pandang Mrs.Kearns. Buktinya gelas tampak terisi saat dia hendak pergi.
Sshhhhh nya Pasien RSJ Ashecliffe yang Iconic
Di menit-menit awal menonton film ini, kita pasti jadi sangat tertarik dengan adegan iconic seorang pasien RSJ yang menunjukkan posisi tangan "sshhhhh" pada Teddy. Sebenarnya apa sih maksudnya?Pasien wanita ini mungkin saja mengulang gerakan saat dia diajarkan untuk 'jangan bilang-bilang kalau kita semua sedang acting' di hadapan Andrew Laddies alias Teddy.
Nah, bagaimana menurut kamu? Apa ada lagi hal yang misterius dan tak terpecahkan dari film Shutter Island? Komen di bawah ya..







Kurang setuju dengan penjelasan di poin 12, dr. Sheehan tidak panik karena sebelum Teddy bertanya tentang "monster or good man", Teddy sempet nyebut kata "Chuck", yg membuat dr. Sheehan sadar kalau dia kambuh lagi (ditegaskan dengan adegan dia nyebut kata "Teddy" buat manggil Andrew di ending scene)
ReplyDeleteBetul sekali, terima kasih masukannya, sudah kami revisi ya..
Deletewah.. makasih bang udah dibuatin ini.. jadi bisa tidur nyenyak
ReplyDelete