Presiden ke-7 Indonesia yang khas dengan aksi blusukannya? Yup! Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Dengan segala keunikan yang dimilikinya, tentu menarik untuk mengetahui apa sih tipe kepribadian MBTI Jokowi?
Tipe Kepribadian MBTI Jokowi
Ada 2 cara mengetahui kepribadian MBTI. Yakni melalui preferensi dikotomi dan melalui fungsi kognitif. Kita bahas satu per satu, ya!
Cara 1 : Preferensi Dikotomi
Tipe kepribadian di MBTI ditandai dengan 4 huruf yang menunjukkan preferensi atau apa yang lebih menonjol dari masing-masing 4 jenis indikator (sumber energi, pengolahan informasi, pengambilan keputusan, gaya hidup). Di mana pada setiap indikator terdiri dari 2 opsi karakteristik.
1. Sumber energi : Extrovert (E) - Introvert (I)
Ekstrovert = lebih sering mendapatkan energinya melalui interaksi sosial.
Introvert = lebih sering mendapatkan energi dengan menyendiri atau bersama dengan satu atau beberapa orang terdekat saja.
Jokowi terkenal sering blusukan dan berinteraksi dengan masyarakat. Namun dilihat dari cara Jokowi berinteraksi, yang cenderung mengucapkan kata seperlunya, kurang dapat dipastikan bahwa Jokowi adalah seorang ekstrovert.
Terlebih lagi ada keterangan dari M. David R Wijaya, rekan bisnis Jokowi di Solo dahulu, yang mengindikasi bahwa Jokowi sebenarnya adalah seorang introvert :
“Dia itu memang sudah dari dulu sedikit bicara tapi banyak kerja. Dan orangnya sangat sederhana, bahkan sampai sekarang pun tidak ada ada yang berubah dari sosok Jokowi,” dikutip dari Jawapos.
Muncul pertanyaan, jika Jokowi introvert yang artinya lebih berenergi saat sendiri atau dengan orang-orang terdekat saja, lalu kenapa Jokowi menjadi walikota, gubernur, dan presiden?
Kenapa belum menyelesaikan masa jabatan 5 tahun sebagai gubernur Jakarta, Jokowi memutuskan nyapres yang harus mengurus jumlah orang yang jauh lebih besar? Ada 2 kemungkinan :
- Amanat partai PDI-P, dan atau
- Keinginan dan pertimbangan Jokowi sendiri untuk dapat berbuat sesuatu yang lebih bagi kota, provinsi, dan negaranya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengalaman hidup Jokowi yang sulit semasa kecil, yang mengalami pergusuran rumah sebanyak 3 kali.
2. Pengolahan informasi : Sensing (S) - Intuitive (N)
Sensing = memiliki kemampuan atau daya tangkap indrawi atau sensorik yang sangat baik.
Intuitive = memiliki kemampuan memahami pola dalam suatu konsep abstrak atau teori dengan sangat baik.
Jokowi tampak lincah dan sigap dalam bertindak. Sangat konsisten blusukan ke masyarakat, mulai dari pasar-pasar, pemukiman warga, hingga daerah terdampak bencana.
Pada masa muda, Jokowi aktif sebagai mahasiswa pecinta alam (Mapala). Dia juga menggeluti bisnis mebel sebelum terjun ke dunia politik. Sebagai pebisnis di bidang furnitur, Jokowi piawai mengolah kayu hingga finishing menjadi barang mebel siap jual.
| Foto lawas Jokowi, saat merintis usaha mebel |
Dari sederet keahlian dan kecenderungan Jokowi ini, besar kemungkinan dia masuk kategori seorang yang memiliki kemampuan atau daya tangkap indrawi atau sensorik yang sangat baik, atau disebut sebagai tipe Sensing.
3. Penilaian / pengambilan keputusan : Feeling (F) - Thinking (T)
Feeling = lebih sering mengutamakan pertimbangan perasaan dalam mengambil keputusan.
Thinking = lebih sering mengutamakan pertimbangan logika dalam mengambil keputusan.
Jika ditilik secara general, bagaimana Jokowi mengambil kebijakan dan keputusan, tampak seimbang antara pertimbangan perasaan dan logika.
Sebut saja misalnya, kebijakan Jokowi semasa pandemi covid-19 yang logis namun tetap humanis. Di mana di saat yang bersamaan, perbaikan ekonomi sekaligus penanggulangan kasus corona tetap menjadi perhatian.
Namun, sejumlah sikap Jokowi dapat diindikasi sebagai tipikal tipe feeling. Seperti bagaimana Jokowi memperhatikan Papua, wilayah Indonesia yang selama puluhan tahun menjadi daerah yang sangat jarang terjamah pembangunan, utamanya dalam segi infrastruktur.
Jokowi tampak memberikan perhatian khusus pada Papua sejak menjabat sebagai presiden. Bahkan ketika pembangunan di papua secara matematis kurang menguntungkan, Jokowi tetap memutuskan untuk percepatan pembangunan di Papua.
Ketertinggalan wilayah Papua yang jauh dibanding wilayah Indonesia lain sepertinya menggugah hati Jokowi untuk memperjuangkan keadilan untuk wilayah tersebut. Tampak pada potongan pidato Jokowi mengenai pembangunan jalan Trans Papua:
"Saya bicara Papua, bagaimana infrastruktur di Papua yang kalau kita bandingkan dengan Indonesia bagian tengah dan barat itu jomplang sekali. Akan bisa mengejar pertumbuhan ekonomi di kawasan wilayah yang lain? Nggak akan."
"Banyak yang bertanya ke saya, bapak itu membangun Trans Papua, apakah pertumbuhan ekonomi di Papua akan langsung naik? Saya bilang, apakah kita tunggu pertumbuhan ekonomi di Papua baru kita bangun jalannya? Atau kita bangun jalannya agar pertumbuhan ekonomi itu ada?"
"Orang selalu meragukan, menanyakan itu. Bapak bangun Trans Papua apakah pertumbuhan ekonomi langsung naik? Juga belum tentu, tapi ini masalah pemerataan dan masalah keadilan."
"Kalau di Jawa baru naik 500 perak saja demonya 4 bulan. Baru naik 1000, demonya 4 bulan. Coba saudara-saudara kita yang ada di pegunungan tengah di Wamena, berapa puluh tahun menikmati harga 60 ribu sampai 100 ribu, diam saja. Nggak demo, nggak bicara, coba. sedih saya melihat seperti ini."
4. Gaya hidup : Perceiving (P) - Judging (J)
Perceiving = lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel
Judging = lebih menyukai gaya hidup yang terstruktur
Sejarah hidup Jokowi tampaknya menunjukkan bahwa Jokowi lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel. Dilihat dari pilihan pekerjaan yang dia tekuni sebelum terjun ke politik. Yaitu saat dia keluar dari pekerjaannya di BUMN PT Kertas Kraft Aceh karena tidak betah dan ingin menyusul istri (Bu Iriana) yang tengah hamil 7 bulan.
Jokowi lalu lebih memilih untuk merintis usaha sendiri pada 1988 dengan nama CV Rakabu yang diambil dari nama anak pertamanya, Gibran Rakabuming. Meski usahanya ini mengalami naik turun, bahkan sempat kena tipu, namun tidak menyurutkan semangat Jokowi untuk tetap menjalankan usahanya hingga akhirnya sukses.
Perlu diingat, lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel bukan berarti seseorang tidak bisa menjalani hidup yang terstruktur. Terlebih lagi, sebagai presiden, Jokowi memiliki banyak jajaran dan bawahan yang siap mengurus hal-hal mendetail dan struktural.
Jabatan Jokowi saat ini sebagai presiden memerlukan sekaligus kedua sifat ini, yakni fleksibilitas dalam merespon situasi yang terjadi di Indonesia dan strukturisasi untuk menjalankan program kerjanya.
Dengan memetakan 4 indikator MBTI pada diri Jokowi di atas, kemungkinan besar tipe kepribadian MBTI Jokowi adalah ISFP, dan kemungkinan lain ISTP.
Cara 2 : Fungsi Kognitif
Berdasarkan teori MBTI, ada 8 jenis fungsi kognitif yang menentukan bagaimana seseorang mengolah informasi dan mengambil keputusan.
1. INTJ = Ni - Te - Fi - Se
2. INTP = Ti - Ne - Si - Fe
3. ENTJ = Te - Ni - Se - Fi
4. ENTP = Ne - Ti - Fe - Si
5. INFJ = Ni - Fe - Ti - Se
6. INFP = Fi - Ne - Si - Te
7. ENFJ = Fe - Ni - Se - Ti
8. ENFP = Ne - Fi - Te - Si
9. ISTJ = Si - Te - Fi - Ne
10. ISTP = Ti - Se - Ni - Fe
11. ESTJ = Te - Si - Ne - Fi
12. ESTP = Se - Ti - Fe - Ni
13. ISFJ = Si -Fe - Ti -Ne
14. ISFP = Fi - Se - Ni - Te
15. ESFJ = Fe - Si - Ne - Ti
16. ESFP = Se - Fi - Te - Ni
Sekarang mari kita telaah 8 fungsi kognitif itu pada sosok Jokowi:
Ni (introverted intuition)
Ada juga salah satu pernyataan Jokowi yang terkesan mampu membaca motif di balik sikap, terlepas benar atau salah. Yakni saat wacana presiden 3 periode mulai bergulir pada 2019.
"Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja," ungkap Jokowi kala itu, di Istana Merdeka (2/12/2019)
Ne (extraverted intuition)
| Jokowi dan Atta Halilintar. Foto: Liputan6.com |
Si (introverted sensation)
Se (extraverted sensing)
Fi (introverted feeling)
| Jokowi menggendong anak balita Papua, yang salah satunya juga bernama Jokowi (baju kuning) di Kampung Kayeh, Kabupaten Asmat (12/4/2018) Foto: Biro Pers Setkab |
Fe (extraverted feeling)
Ti (introverted thinking)
Te (extraverted thinking)
Kurang lugasnya Jokowi dalam beberapa pernyataannya, berbeda dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dominan Te (ENTJ) yang tampak selalu percaya diri dan berketetapan pada setiap perkataannya. Sehingga dapat dikatakan fungsi Te pada Jokowi cukup tapi belum begitu kuat.
Dari analisis dan fakta-fakta Jokowi seperti yang dijelaskan di atas, fungsi kognitif MBTI yang sangat atau cukup kental pada sosok Jokowi adalah Se, Fi, Te, Ni, dan Ne. Sedangkan fungsi kognitif yang paling rendah yaitu Ti, Si dan Fe.
Sehingga, tipe kepribadian MBTI Jokowi kemungkinan di antaranya :
1. INTJ (Ni - Te - Fi - Se) : Pemecah masalah yang senang berbagi wawasan
2. ENTJ (Te - Ni - Se - Fi) : Eksekutif yang visioner dan kompetitif
3. ISFP (Fi - Se - Ni - Te) : Penyayang yang energik dan estetik
4. ESFP (Se - Fi - Te - Ni) : Entertainer yang modis dan tulus
Namun dengan melihat bobot fungsi Se dan Fi pada Jokowi sangat besar, opsinya mengerucut menjadi ISFP dan ESFP. Karena ESFP cenderung sangat ekspresif, sangat bergaya dan mengikuti trend. Berbeda dengan Jokowi yang kita kenal, kemungkinan yang lebih mendekati adalah ISFP.
Sejalan dengan sikap Jokowi, tipe ISFP cenderung merespon situasi kemalangan dengan tindakan atau bantuan langsung, lincah, mandiri dan memiliki motivasi diri untuk rajin dan serius berkinerja, menyibukkan diri dengan penyelesaian tugas.
Dengan fungsi Fi + Se, Jokowi dapat dikatakan introvert yang cenderung ambivert. Karena Jokowi dapat menikmati interaksi dengan masyarakat utamanya menengah ke bawah sambil menjelajah. Contoh tokoh terkenal dunia yang juga ISFP adalah Lady Diana atau Putri Diana.
| Lady Diana bersama para korban ranjau darat, di Luanda, Angola. |
Dengan pola yang mirip, Lady Diana juga kerap mengunjungi berbagai tempat hingga menyeberang benua demi misi kemanusiaannya. Dia tak segan berinteraksi langsung dengan anak terlantar, penderita HIV AIDS, dll. Saat berkunjung ke RS Sitalana Tangerang pada 1989, dia dengan sengaja menyentuh luka penderita kusta.
Kombinasi fungsi Fi dan Se membentuk pribadi yang meskipun perasa, namun dinamis dan cepat dalam bertindak, karena Se tidak menyukai keadaan statis. Apalagi dibantu fungsi pengaturan sistem Te, yang biasanya berkembang pada seorang ISFP dewasa.
Banyak yang berpendapat tipe kepribadian Jokowi adalah ISFJ atau ISTJ, tapi kedua tipe ini karena dominan Si (intoverted sensing) cenderung konservatif, berbeda dengan Jokowi yang senang melakukan pembaruan.
Ada pun pakaian Jokowi yang rutin putih-hitam, kemungkinan hanyalah konsep untuk membentuk ciri khas, bukan faktor fungsi Si yang kuat mempertahankan kebiasaan. Di beberapa kesempatan, Jokowi juga tampak mengenakan style pakaian yang modis dengan kaos atau jaket.
Mau tahu tipe kepribadian MBTI kamu? Coba tes kepribadian singkat yang sudah kami buat di sini : Tes Kepribadian Singkat, Mengetahui Tipe Kepribadian MBTI tanpa Tes MBTI