Wednesday, March 16, 2022

,


Presiden ke-7 Indonesia yang khas dengan aksi blusukannya? Yup! Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Dengan segala keunikan yang dimilikinya, tentu menarik untuk mengetahui apa sih tipe kepribadian MBTI Jokowi?


Tipe Kepribadian MBTI Jokowi

Ada 2 cara mengetahui kepribadian MBTI. Yakni melalui preferensi dikotomi dan melalui fungsi kognitif. Kita bahas satu per satu, ya!


Cara 1 : Preferensi Dikotomi

Tipe kepribadian di MBTI ditandai dengan 4 huruf yang menunjukkan preferensi atau apa yang lebih menonjol dari masing-masing 4 jenis indikator (sumber energi, pengolahan informasi, pengambilan keputusan, gaya hidup). Di mana pada setiap indikator terdiri dari 2 opsi karakteristik. 


1. Sumber energi : Extrovert (E) - Introvert (I)

Ekstrovert = lebih sering mendapatkan energinya melalui interaksi sosial. 

Introvert = lebih sering mendapatkan energi dengan menyendiri atau bersama dengan satu atau beberapa orang terdekat saja.


Jokowi terkenal sering blusukan dan berinteraksi dengan masyarakat. Namun dilihat dari cara Jokowi berinteraksi, yang cenderung mengucapkan kata seperlunya, kurang dapat dipastikan bahwa Jokowi adalah seorang ekstrovert.


Terlebih lagi ada keterangan dari M. David R Wijaya, rekan bisnis Jokowi di Solo dahulu, yang mengindikasi bahwa Jokowi sebenarnya adalah seorang introvert :


“Dia itu memang sudah dari dulu sedikit bicara tapi banyak kerja. Dan orangnya sangat sederhana, bahkan sampai sekarang pun tidak ada ada yang berubah dari sosok Jokowi,” dikutip dari Jawapos.


Ciri orang introvert adalah seringnya fokus ke dunia batin, ke dalam dirinya. Hal ini menyebabkan mode natural orang introvert adalah tidak banyak bicara. Atau baru banyak bicara saat membahas topik yang diminati atau saat berada di situasi yang membutuhkan komunikasi verbal.

Muncul pertanyaan, jika Jokowi introvert yang artinya lebih berenergi saat sendiri atau dengan orang-orang terdekat saja, lalu kenapa Jokowi menjadi walikota, gubernur, dan presiden? 


Kenapa belum menyelesaikan masa jabatan 5 tahun sebagai gubernur Jakarta, Jokowi memutuskan nyapres yang harus mengurus jumlah orang yang jauh lebih besar? Ada 2 kemungkinan :

  1. Amanat partai PDI-P, dan atau
  2. Keinginan dan pertimbangan Jokowi sendiri untuk dapat berbuat sesuatu yang lebih bagi kota, provinsi, dan negaranya. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh pengalaman hidup Jokowi yang sulit semasa kecil, yang mengalami pergusuran rumah sebanyak 3 kali.


2. Pengolahan informasi : Sensing (S) - Intuitive (N)

Sensing = memiliki kemampuan atau daya tangkap indrawi atau sensorik yang sangat baik. 

Intuitive = memiliki kemampuan memahami pola dalam suatu konsep abstrak atau teori dengan sangat baik. 


Jokowi tampak lincah dan sigap dalam bertindak. Sangat konsisten blusukan ke masyarakat, mulai dari pasar-pasar, pemukiman warga, hingga daerah terdampak bencana. 


Pada masa muda, Jokowi aktif sebagai mahasiswa pecinta alam (Mapala). Dia juga menggeluti bisnis mebel sebelum terjun ke dunia politik. Sebagai pebisnis di bidang furnitur, Jokowi piawai mengolah kayu hingga finishing menjadi barang mebel siap jual.

Foto lawas Jokowi, saat merintis usaha mebel

"Selain sangat memahami jenis kayu, Jokowi juga sangat ahli dalam hal mengolah kayu. Mulai dari cara memotong kayu, memprosesnya menjadi sebuah konstruksi dan juga finishing,” kata M. David R Wijaya, rekan bisnis Jokowi di Solo.

Dari sederet keahlian dan kecenderungan Jokowi ini, besar kemungkinan dia masuk kategori seorang yang memiliki kemampuan atau daya tangkap indrawi atau sensorik yang sangat baik, atau disebut sebagai tipe Sensing.


3. Penilaian / pengambilan keputusan : Feeling (F) - Thinking (T)

Feeling = lebih sering mengutamakan pertimbangan perasaan dalam mengambil keputusan. 

Thinking = lebih sering mengutamakan pertimbangan logika dalam mengambil keputusan.


Jika ditilik secara general, bagaimana Jokowi mengambil kebijakan dan keputusan, tampak seimbang antara pertimbangan perasaan dan logika. 


Sebut saja misalnya, kebijakan Jokowi semasa pandemi covid-19 yang logis namun tetap humanis. Di mana di saat yang bersamaan, perbaikan ekonomi sekaligus penanggulangan kasus corona tetap menjadi perhatian.


Namun, sejumlah sikap Jokowi dapat diindikasi sebagai tipikal tipe feeling. Seperti bagaimana Jokowi memperhatikan Papua, wilayah Indonesia yang selama puluhan tahun menjadi daerah yang sangat jarang terjamah pembangunan, utamanya dalam segi infrastruktur.


Jokowi tampak memberikan perhatian khusus pada Papua sejak menjabat sebagai presiden. Bahkan ketika pembangunan di papua secara matematis kurang menguntungkan, Jokowi tetap memutuskan untuk percepatan pembangunan di Papua. 


Ketertinggalan wilayah Papua yang jauh dibanding wilayah Indonesia lain sepertinya menggugah hati Jokowi untuk memperjuangkan keadilan untuk wilayah tersebut. Tampak pada potongan pidato Jokowi mengenai pembangunan jalan Trans Papua:


"Saya bicara Papua, bagaimana infrastruktur di Papua yang kalau kita bandingkan dengan Indonesia bagian tengah dan barat itu jomplang sekali. Akan bisa mengejar pertumbuhan ekonomi di kawasan wilayah yang lain? Nggak akan."


"Banyak yang bertanya ke saya, bapak itu membangun Trans Papua, apakah pertumbuhan ekonomi di Papua akan langsung naik? Saya bilang, apakah kita tunggu pertumbuhan ekonomi di Papua baru kita bangun jalannya? Atau kita bangun jalannya agar pertumbuhan ekonomi itu ada?"


"Orang selalu meragukan, menanyakan itu. Bapak bangun Trans Papua apakah pertumbuhan ekonomi langsung naik? Juga belum tentu, tapi ini masalah pemerataan dan masalah keadilan."


"Kalau di Jawa baru naik 500 perak saja demonya 4 bulan. Baru naik 1000, demonya 4 bulan. Coba saudara-saudara kita yang ada di pegunungan tengah di Wamena, berapa puluh tahun menikmati harga 60 ribu sampai 100 ribu, diam saja. Nggak demo, nggak bicara, coba. sedih saya melihat seperti ini."



4. Gaya hidup : Perceiving (P) - Judging (J)

Perceiving = lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel

Judging = lebih menyukai gaya hidup yang terstruktur


Sejarah hidup Jokowi tampaknya menunjukkan bahwa Jokowi lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel. Dilihat dari pilihan pekerjaan yang dia tekuni sebelum terjun ke politik. Yaitu saat dia keluar dari pekerjaannya di BUMN PT Kertas Kraft Aceh karena tidak betah dan ingin menyusul istri (Bu Iriana) yang tengah hamil 7 bulan.


Jokowi lalu lebih memilih untuk merintis usaha sendiri pada 1988 dengan nama CV Rakabu yang diambil dari nama anak pertamanya, Gibran Rakabuming. Meski usahanya ini mengalami naik turun, bahkan sempat kena tipu, namun tidak menyurutkan semangat Jokowi untuk tetap menjalankan usahanya hingga akhirnya sukses.


Perlu diingat, lebih menyukai gaya hidup yang fleksibel bukan berarti seseorang tidak bisa menjalani hidup yang terstruktur. Terlebih lagi, sebagai presiden, Jokowi memiliki banyak jajaran dan bawahan yang siap mengurus hal-hal mendetail dan struktural.


Jabatan Jokowi saat ini sebagai presiden memerlukan sekaligus kedua sifat ini, yakni fleksibilitas dalam merespon situasi yang terjadi di Indonesia dan strukturisasi untuk menjalankan program kerjanya.


Dengan memetakan 4 indikator MBTI pada diri Jokowi di atas, kemungkinan besar tipe kepribadian MBTI Jokowi adalah ISFP, dan kemungkinan lain ISTP.


Cara 2 : Fungsi Kognitif

Berdasarkan teori MBTI, ada 8 jenis fungsi kognitif yang menentukan bagaimana seseorang mengolah informasi dan mengambil keputusan.


Namun, masing-masing tipe MBTI dicirikan dengan 4 fungsi kognitif. Berikut tipe kepribadian MBTI beserta fungsi kognitifnya :

1. INTJ = Ni - Te - Fi - Se
2. INTP = Ti - Ne - Si - Fe
3. ENTJ = Te - Ni - Se - Fi
4. ENTP = Ne - Ti - Fe - Si
5. INFJ = Ni - Fe - Ti - Se
6. INFP = Fi - Ne - Si - Te
7. ENFJ = Fe - Ni - Se - Ti
8. ENFP = Ne - Fi - Te - Si
9. ISTJ = Si - Te - Fi - Ne
10. ISTP = Ti - Se - Ni - Fe
11. ESTJ = Te - Si - Ne - Fi
12. ESTP = Se - Ti - Fe - Ni
13. ISFJ = Si -Fe - Ti -Ne
14. ISFP = Fi - Se - Ni - Te
15. ESFJ = Fe - Si - Ne - Ti
16. ESFP = Se - Fi - Te - Ni


Sekarang mari kita telaah 8 fungsi kognitif itu pada sosok Jokowi:


Ni (introverted intuition) 

Menyimpan informasi atau data abstrak, berupa ide, konsep, kesan, makna dll yang cenderung fokus pada bidang tertentu. Mampu menemukan jawaban, kesimpulan, makna tersirat, atau formula dari suatu teori atau konsep yang rumit dengan cepat.

Fungsi kognitif Ni tampak cukup ada dalam diri Jokowi, meski tidak dominan. Fungsi Ni yang sifatnya memahami secara instan, mungkin dimanfaatkan dalam membaca situasi, menyusun strategi, menemukan metode yang potensial berhasil, dan membaca karakter orang misalnya untuk memilih orang yang tepat menjadi menteri. 

Contoh jelasnya juga dapat dilihat dari bagaimana dia menggunakan intuisinya untuk mengembangkan bisnis mebel. Menurut M. David R Wijaya, rekan bisnis Jokowi di Solo, Jokowi sangat tahu jenis kayu apa saja yang bisa dimanfaatkan dan laku dijual. 

Foto jadul Jokowi saat berbisnis furnitur


Ada juga salah satu pernyataan Jokowi yang terkesan mampu membaca motif di balik sikap, terlepas benar atau salah. Yakni saat wacana presiden 3 periode mulai bergulir pada 2019.


"Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja," ungkap Jokowi kala itu, di Istana Merdeka (2/12/2019)


Ne (extraverted intuition)

Mengumpulkan informasi abstrak dari berbagai arah dan berbagai topik, terbuka pada banyak ide-ide baru. Sering mengalami lonjakan ide dan imajinasi, serta mampu melihat hubungan dari banyak informasi atau ide berbeda, yang jarang disadari oleh banyak orang.

Jokowi dan Atta Halilintar. Foto: Liputan6.com

Fungsi kognitif Ne pada diri Jokowi juga cukup terasa. Termanifestasi dalam sifat open-minded Jokowi terhadap metode-metode baru. Misalnya dengan menggandeng dan berkolaborasi dengan anak muda, artis, dan influencer, ide bagi-bagi sepeda, serta tampak dari sikap tolerannya.

Si (introverted sensation) 

Menyimpan informasi atau data sensorik. Seperti pemandangan, suara, aroma, tekstur, rasa, dll yang ditangkap oleh panca indera. Menyukai kegiatan fisik yang berulang. Merekam dengan baik dalam ingatan apa yang diinderai sebelumnya, seperti suara, bentuk, posisi, rasa, aroma, dll.

Fungsi kognitif Si kurang dapat dilihat dari diri Jokowi. Karena Si cenderung menyukai kegiatan yang tetap. Sementara Jokowi tampak lebih menikmati bereksplorasi dengan pengalaman. Menurut asisten ajudannya, Syarif Muhammad Fitriansyah, Jokowi seringkali spontan saat kunjungan kerja. 

"Banyak kegiatan yang tak terduga ya. Baru turun dari pesawat, yang seharusnya tadi istirahat, karena tadi melewati mall, tiba-tiba "saya pengen ke situ" bapak menyampaikan seperti itu. (Setelah) sampai di hotel, ke situ." dikutip dari channel Youtube Presiden Jokowi.

Foto Jokowi muda, memegang bendera Mapala Silvagama

Spontan, memilih merintis usaha dibanding menjadi pegawai tetap BUMN, menjadi anak Mapala semasa mahasiswa, sering blusukan ke tempat-tempat berbeda, cukup menjelaskan bahwa Jokowi bukan Si user, atau setidaknya fungsi Si tidak berada di posisi pertama (dominant) atau ke dua (auxiliary).

Meski begitu, fungsi kognitif Si mungkin digunakan oleh Jokowi saat merekam data sensorik yang dia amati saat mengunjungi dan mengecek ulang lokasi yang dilakukan pembangunan atau perbaikan.

Se (extraverted sensing) 

Mengumpulkan informasi atau data sensorik dari berbagai pengalaman indrawi atau aktifitas fisik baru. Menyukai kegiatan-kegiatan fisik atau sensasi sensorik baru, seperti mencoba menu makanan baru. Mudah mempelajari hal baru yang berkaitan dengan praktek.

Fungsi kognitif Se terlihat sangat kental pada sosok Jokowi. Dilihat dari pembawaan Jokowi yang meski kalem tapi cukup lincah dan energik, sering blusukan ke berbagai lokasi berbeda, dan bertindak cepat untuk merealisasikan pembangunan.

Jokowi juga berani "kotor" yang menjadi khas Se user. Terlihat dari seringnya Jokowi ke pasar tradisional, pemukiman padat penduduk, lokasi-lokasi yang akan dilakukan pembangunan, hingga langsung ke daerah terdampak bencana.

Selain itu Jokowi juga sangat terbuka pada cara-cara baru untuk melakukan suatu pekerjaan. Misalnya dengan mengubah regulasi yang ribet menjadi lebih sederhana untuk meningkatkan investasi. Berbeda dengan pengguna Si yang sangat hati-hati mengubah cara yang sudah mengakar.

Masa muda Jokowi sebagai mahasiswa pecinta alam yang kerap menjelajahi pengalaman fisik baru, dan keahlian Jokowi di bidang kerajinan mengolah kayu menjadi produk mebel, juga agaknya menunjukkan sisi Se Jokowi.

Foto lawas Jokowi saat aktif menjadi anggota Mapala Silvagama

Fi (introverted feeling)

Mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi yang dipegang, atau apa yang selaras dengan perasaan terdalam. Introspektif dan sangat memahami emosi diri, dapat sangat berempati pada yang lemah atau yang memiliki masalah yang sama.

Fungsi kognitif Fi juga tampak kuat pada diri Jokowi. Ditandai dengan bagaimana Jokowi berani tampil beda, tidak jaim, pede dengan hidup sederhana. Momen kesederhanaan Jokowi misalnya saat bercengrama dengan warga, sampai pernah menumpang toilet sederhana milik warga untuk buang air kecil.


Jokowi punya selera sendiri yang tidak sama dengan orang kebanyakan. Misalnya menyukai musik metal, tidak pernah atau sangat jarang mengenakan jam tangan, hingga memelihara kodok. Dalam memilih menteri pun, Jokowi tampak menetapkan kualitas sendiri.

Seperti saat dia memilih mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Sebagaimana diketahui, Susi Pudjiastuti sama sekali bukan orang politik, dengan pendidikan akhir SMA. Namun karena memiliki kompetensi yang luar biasa di bidang perikanan, Jokowi pun menggaetnya sebagai menteri.

Ciri khas pengguna Fi yang empati pada yang lemah juga ditunjukkan Jokowi dengan bagaimana dia berinteraksi dengan orang-orang kecil, orang tua, dan anak-anak. Dia juga punya hobi memberi makan satwa di Istana Bogor seperti kambing, entok, dll saat sedang senggang.

Jokowi adalah Presiden RI pertama yang paling sering mengunjungi Papua dan paling serius membangun Papua. Di salah satu pidatonya, Jokowi pernah berkaca-kaca menceritakan memprihatinkannya kondisi infrastruktur dan ekonomi di Papua. Sejalan dengan sifat Fi yang sensitif terhadap ketidakadilan dan kemalangan.

Jokowi menggendong anak balita Papua, yang salah satunya juga bernama Jokowi (baju kuning) di Kampung Kayeh, Kabupaten Asmat (12/4/2018) Foto: Biro Pers Setkab

Sejumlah keputusan dan aturan Jokowi juga terbilang humanis. Contohnya meminta paspampres tidak membunyikan sirine dan tidak menutup jalan saat rombongannya lewat, agar tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan lainnya. Mempercepat bagi-bagi sertifikat tanah gratis ke rakyat contoh lainnya.

Dia juga memberikan grasi atau potongan masa tahanan kepada narapidana yang sudah uzur dan sakit-sakitan. Seperti terpidana korupsi mantan Gubernur Riau Annas Maamun meski mengundang sejumlah kritik, dan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (tapi ditolak oleh Ba'asyir karena tidak setuju menyatakan janji setia NKRI).

Jiwa seni dan budaya Jokowi yang dituangkan pada bisnis mebelnya, dan bagaimana dia mengubah kota Solo menjadi kota budaya, pariwisata, dan batik saat menjabat walikota, serta bagaimana dia memberi nama yang unik dan filosofis pada ketiga anaknya (Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep) juga agaknya berhubungan dengan fungsi Fi.

Foto lama Jokowi saat menjaga stannya Rakabu Style di sebuah pameran.

Fe (extraverted feeling)

Mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang selaras dengan nilai-nilai atau harapan sosial atau kelompok. Menjaga keselarasan dengan orang lain, ramah, mudah didekati, bersahabat, peduli pada keinginan atau kebutuhan orang lain.

Ada persamaan antara fungsi kognitif Fe dan Fi, yakni kepedulian kepada orang lain. Namun Fi lebih mengkhusus ke orang-orang yang tampak kasihan atau tidak berdaya, sedang Fe lebih meluas ke siapa saja di lingkup sosialnya. Keramahan Fe lebih hangat, sedangkan keramahan Fi lebih tenang. 

Pengguna Fe juga cenderung membutuhkan keselarasan atau validasi sosial dan menghindari konfrontasi. Sedangkan pengguna Fi lebih independen dan memegang idealisme sehingga tak jarang berbeda dengan orang-orang pada umumnya.

Fe simpati pada banyak hal, sedangkan Fi empati pada hal-hal tertentu. Misalnya dalam menanggapi masalah kemiskinan, pengguna Fe mungkin akan menyatakan keprihatinannya, tapi pengguna Fi lah yang biasanya benar-benar tergerak menghentikan kemiskinan itu.

Kembali mengambil contoh Papua, berbeda dengan kepemimpinan sebelum-sebelumnya yang cenderung bergerak lambat membangun Papua, Jokowi lebih menunjukkan kepedulian dan keseriusannya. Mulai dari pembangunan Bandara, Trans Papua, hingga penerapan "BBM satu harga".

Jalan Trans Papua. Foto: Instagram Kementerian BUMN

Dilihat dari sikapnya, tampak bahwa Jokowi kurang menggunakan fungsi kognitif Fe ini. Karena dibanding selaras, Jokowi malah lebih sering tampak berbeda dan tidak memusingkan masalah validasi sosial. Misalnya ketika diterpa isu-isu miring tentang dirinya di masa kampanye, Jokowi tidak tampak memusingkannya.

Fungsi Fe mungkin hanya digunakan untuk keramahtamahan yang bersifat formalitas. Atau saat harus mengubah keputusannya yang mengundang kontroversi demi meredam kegaduhan.

Ti (introverted thinking)

Mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang logis dari analisis mandiri yang mendalam. Ingin diri bertindak masuk akal tapi tidak memaksakannya pada orang lain. Teliti, analitis, investigatif, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.

Untuk fungsi kognitif Ti, hingga saat ini, belum ada ciri yang meyakinkan yang menunjukkan ke arah sana. Malah pada 2016, Jokowi sempat menuai kritik karena dinilai tidak teliti memilih menteri ESDM yakni Arcandra Tahar yang memiliki kewarganegaraan ganda. Setelah 20 hari menjabat menteri, Arcandra pun dicopot.

Tapi mungkin saja Ti berperan dalam cara Jokowi menjaga kebugarannya dengan mengandalkan jamu dari campuran rempah jahe merah, temulawak, sereh, dan kunyit. Mungkin melalui riset tentang manfaat rempah-rempah tersebut.

Dibanding Ti, Jokowi tampaknya lebih mengandalkan Te (extroverted thinking) yakni penerapan logika secara cepat di sistem eksternal. Baik itu pada sistem bisnisnya atau pada sistem pemerintahan. 

Te (extraverted thinking)

Mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang logis diterapkan pada sistem eksternal/ di luar dirinya. Ingin diri dan orang lain bertindak masuk akal, efektif, dan efisien. Kritis, target-oriented, dapat dengan cepat melihat apa yang salah dalam sistem di dunia luar.

Fungsi kognitif Te umumnya dimiliki oleh orang yang berbakat menjadi pemimpin. Meski tidak semua pemimpin pasti mengandalkan fungsi Te. Pada seorang Joko Widodo, fungsi ini terlihat dengan intensitas yang cukup.

Foto jadul Jokowi saat merintis usaha mebel

Hal ini dapat dilihat dari seringnya Jokowi menjabat sebagai pemimpin. Mulai saat dia mengembangkan CV Rakabu (sekarang PT. Rakabu Sejahtera) sejak masih muda, menjadi walikota Solo, gubernur Jakarta, hingga menjadi presiden RI, di mana kesemua kepemimpinan ini membutuhkan kapabilitas mengatur orang dan sistem eksternal.

Namun saat bergulir wacana penundaan pemilu 2024 dan presiden 3 periode, Jokowi pada 2019 sempat menolak ide tersebut dengan mengatakan "Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, ingin menampar muka saya, ingin cari muka, atau ingin menjerumuskan. Itu saja."

Gaya kepemimpinan Jokowi selama memimpin terkesan lebih down to earth, langsung turun ke masyarakat. Bukan tipe pemimpin yang nyaman duduk di kursi mengendalikan dan mendelegasi. Meski demikian, sejumlah pihak menilai Jokowi kurang tegas dan plin-plan.

Salah satunya pada 2012 saat Jokowi dengan yakin menyatakan akan menuntaskan 5 tahun kepemimpinannya di Jakarta sebagai Gubernur, namun belum 2 tahun, Jokowi sudah ikut capres.

Kurang lugasnya Jokowi dalam beberapa pernyataannya, berbeda dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dominan Te (ENTJ) yang tampak selalu percaya diri dan berketetapan pada setiap perkataannya. Sehingga dapat dikatakan fungsi Te pada Jokowi cukup tapi belum begitu kuat.


Dari analisis dan fakta-fakta Jokowi seperti yang dijelaskan di atas, fungsi kognitif MBTI yang sangat atau cukup kental pada sosok Jokowi adalah Se, Fi, Te, Ni, dan Ne. Sedangkan fungsi kognitif yang paling rendah yaitu Ti, Si dan Fe.


Sehingga, tipe kepribadian MBTI Jokowi kemungkinan di antaranya :

1. INTJ (Ni - Te - Fi - Se) : Pemecah masalah yang senang berbagi wawasan
2. ENTJ (Te - Ni - Se - Fi) : Eksekutif yang visioner dan kompetitif
3. ISFP (Fi - Se - Ni - Te) : Penyayang yang energik dan estetik
4. ESFP (Se - Fi - Te - Ni) : Entertainer yang modis dan tulus


Namun dengan melihat bobot fungsi Se dan Fi pada Jokowi sangat besar, opsinya mengerucut menjadi ISFP dan ESFP. Karena ESFP cenderung sangat ekspresif, sangat bergaya dan mengikuti trend. Berbeda dengan Jokowi yang kita kenal, kemungkinan yang lebih mendekati adalah ISFP.


Sejalan dengan sikap Jokowi, tipe ISFP cenderung merespon situasi kemalangan dengan tindakan atau bantuan langsung, lincah, mandiri dan memiliki motivasi diri untuk rajin dan serius berkinerja, menyibukkan diri dengan penyelesaian tugas.


Dengan fungsi Fi + Se, Jokowi dapat dikatakan introvert yang cenderung ambivert. Karena Jokowi dapat menikmati interaksi dengan masyarakat utamanya menengah ke bawah sambil menjelajah. Contoh tokoh terkenal dunia yang juga ISFP adalah Lady Diana atau Putri Diana.


Lady Diana bersama para korban ranjau darat, di Luanda, Angola.

Dengan pola yang mirip, Lady Diana juga kerap mengunjungi berbagai tempat hingga menyeberang benua demi misi kemanusiaannya. Dia tak segan berinteraksi langsung dengan anak terlantar, penderita HIV AIDS, dll. Saat berkunjung ke RS Sitalana Tangerang pada 1989, dia dengan sengaja menyentuh luka penderita kusta.


Kombinasi fungsi Fi dan Se membentuk pribadi yang meskipun perasa, namun dinamis dan cepat dalam bertindak, karena Se tidak menyukai keadaan statis. Apalagi dibantu fungsi pengaturan sistem Te, yang biasanya berkembang pada seorang ISFP dewasa.


Banyak yang berpendapat tipe kepribadian Jokowi adalah ISFJ atau ISTJ, tapi kedua tipe ini karena dominan Si (intoverted sensing) cenderung konservatif, berbeda dengan Jokowi yang senang melakukan pembaruan.


Ada pun pakaian Jokowi yang rutin putih-hitam, kemungkinan hanyalah konsep untuk membentuk ciri khas, bukan faktor fungsi Si yang kuat mempertahankan kebiasaan. Di beberapa kesempatan, Jokowi juga tampak mengenakan style pakaian yang modis dengan kaos atau jaket.



Mau tahu tipe kepribadian MBTI kamu? Coba tes kepribadian singkat yang sudah kami buat di sini : Tes Kepribadian Singkat, Mengetahui Tipe Kepribadian MBTI tanpa Tes MBTI 


Monday, March 7, 2022

,

mbti-vladimir-putin

Vladimir Putin seringkali menarik perhatian dunia atas kebijakan hubungan internasionalnya yang kontroversial berikut isu skandal yang menyeret namanya. Namun kali ini kita akan bahas sisi lain tentang presiden Rusia ini, yakni tipe kepribadian MBTI-nya. Kira-kira, apa ya tipe MBTI Putin?


Fakta-fakta tentang Vladimir Putin

Untuk mendapat gambaran tentang karakter Vladimir Putin, penting untuk mengetahui fakta-fakta tentang presiden negara terbesar di dunia ini :


1. Menjabat sebagai presiden Rusia terlama dan berupaya mempertahankannya

Vladimir Putin memegang tampuk kekuasaan sebagai presiden Rusia terpilih untuk masa jabatan 2000 - 2004. Berlanjut tahun 2004 hingga 2008 ketika Putin menang pilpres setelah maju sebagai calon independen. Lalu diangkat lagi menjadi presiden pada tahun 2012 hingga sekarang. 

Selama tidak menjabat sebagai presiden tepatnya pada 7 Mei 2008 - 7 Mei 2012, Putin masih dipercayakan memegang posisi penting di pemerintahan Rusia, yakni sebagai perdana menteri Rusia mendampingi presiden Dmitry Medvedev

Sebelumnya, Putin juga telah menjabat perdana menteri pertama kalinya pada Agustus 1999 yang ditunjuk langsung oleh presiden Boris Yeltsin kala itu.

Pada 5 April 2021, Putin menandatangani amandemen konstitusi menjadi undang-undang yang isinya memungkinkan dia untuk menjadi presiden selama dua kali masa jabatan enam tahun lagi (hingga 2036) ketika jabatan presidennya berakhir pada 2024.

2. Tegas dan sigap dalam merespon situasi dan mengambil keputusan

Sikap tegas Putin nampak di antaranya :
  • 28 Desember 2012 - Putin menandatangani undang-undang yang melarang warga Amerika Serikat mengadopsi anak-anak Rusia dan melarang warga sipil yang didanai Amerika Serikat beroperasi di Rusia. Pelarangan ini sebagai respon atas undang-undang Magnitsky Act yang ditandatangani Barrack Obama. Magnitsky Act sendiri berisi pembatasan perjalanan dan pembekuan aset individu yang dicurigai melakukan pelanggaran hak asasi manusia di Rusia.
  • Maret 2014 - Setelah Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang pro-Rusia digulingkan dari jabatannya di tengah protes kekerasan di Ukraina, Putin mengirim pasukan ke Krimea Ukraina dengan alasan untuk melindungi etnik Rusia yang tinggal di Krimea.
  • Maret 2014 - Putin menandatangani perjanjian tentang reunifikasi atau penggabungan kembali Krimea menjadi wilayah Rusia, setelah otoritas Krimea menggelar referendum dengan hasil mayoritas warga Krimea mendukung reunfikasi pada Rusia. 
  • 6 Agustus 2014 - Putin menandatangani dekrit yang melarang impor makanan dan hasil pertanian dari negara-negara yang telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia.
  • Sekitar Maret-Mei 2021, Putin mulai mengerahkan pasukan bersenjata Rusia di dekat perbatasan Ukraina setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meminta Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk mengizinkan Ukraina bergabung dengan NATO. 
  • 17 Desember 2021 - Putin mengajukan tuntutan keamanan, agar NATO menarik kembali pasukan dan senjata dari bagian timur Eropa, serta melarang Ukraina untuk bergabung dengan NATO.

3. Mengambil jurusan hukum dan pernah menjadi intelijen / mata-mata


Sejak tahun 1975 segera setelah Putin menyelesaikan studi jurusan hukumnya, dia bergabung dengan KGB (
Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) badan intelijen Uni Soviet selama 16 tahun lamanya. 


Sebagai pejabat intelijensi asing, dia ditugaskan untuk memantau orang-orang asing dan pejabat-pejabat konsuler. Putin naik pangkat menjadi Letnan Kolonel sebelum pensiun pada 1991, 2 tahun setelah Uni Soviet runtuh.


4. Pecinta olahraga

Vladimir Putin membanting lawannya salah satu atlet nasional judo Rusia dalam sesi latihan di Sochi, Rusia, 8 Januari 2016. REUTERS

Putin dikenal menyukai olahraga bela diri judo, sambo, dan karate. Putin berlatih judo sejak berusia 11 tahun hingga meraih sabuk hitam di olahraga tersebut. Usia 14 tahun, Putin berlatih olahraga sambo, teknik gulat Rusia. Di kedua olahraga tersebut, Putin memenangkan kompetisi di Leningrad (sekarang Saint Petersburg)


Putin juga pernah mengendarai mobil balap Formula Satu (F1), dengan kecepatan mencapai 150 meter/jam. Dia juga diketahui memiliki minat pada olahraga hoki es dan bandy.


Minat besar Putin pada olahraga juga tampak misalnya saat mempromosikan olahraga, termasuk di antaranya ski, bulu tangkis, sepeda, dan memancing. Pernah juga menonton sepak bola dan mendukung FC Zenit Saint Petersburg. 


5. Piawai mengoperasikan alat

Sumber : reuters.com

Pada September 2008, Putin pernah menembak harimau Siberia yang nyaris menerkam kru televisi di kawasan konservasi Ussuri Rusia. Dia menembak harimau tersebut tepat di pundak dengan menggunakan senapan bius yang biasa digunakan para peneliti hewan buas.


Putin juga dilaporkan pernah menjadi co-pilot jet tempur. Pada tahun 2010, Putin pernah membantu pemadaman kebakaran hutan. Dalam aksi tersebut, Putin menempati kursi co-pilot di pesawat pemadam kebakaran, lalu menahan throttle dan menekan tombol yang membuang 24 ton air pada kebakaran hutan.


6. Penyayang binatang

vladimir-putin-mbti

Putin memiliki sejumlah anjing peliharaan dan suka difoto dengan berbagai hewan seperti kucing, rusa, kuda, hingga harimau. 

Dia juga aktif menggalakkan penyelamatan spesies langka dan mengawasi sejumlah program perlindungan bagi hewan langka dan terancam punah di Rusia, seperti bangau Siberia, beruang Siberia, harimau Amur, paus putih, beruang kutub, dan macan tutul salju.


Analisis Tipe Kepribadian MBTI Vladimir Putin

Berdasarkan teori MBTI, ada 8 jenis fungsi kognitif yang menentukan bagaimana seseorang mengolah informasi dan mengambil keputusan. Namun masing-masing tipe dicirikan dengan 4 fungsi kognitif di antaranya.


8 fungsi kognitif itu yakni:

  1. Ni (introverted intuition) : menyimpan informasi atau data abstrak, berupa ide, konsep, kesan, makna dll yang cenderung fokus pada bidang tertentu.
  2. Ne (extraverted intuition) : mengumpulkan informasi abstrak dari berbagai arah dan berbagai topik, terbuka pada banyak ide-ide baru.
  3. Si (introverted sensation) : menyimpan informasi atau data sensorik. Seperti pemandangan, suara, aroma, tekstur, rasa, dll yang ditangkap oleh panca indera.
  4. Se (extraverted thinking) : mengumpulkan informasi atau data sensorik dari berbagai pengalaman indrawi atau aktifitas fisik baru
  5. Fi (introverted feeling) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi yang mereka pegang, atau apa yang selaras dengan perasaan terdalam mereka.
  6. Fe (extraverted feeling) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang selaras dengan nilai-nilai atau harapan sosial atau kelompok.
  7. Ti (introverted thinking) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang logis dari analisis mandiri yang mendalam.
  8. Te (extraverted thinking) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang logis diterapkan pada sistem eksternal/ di luar dirinya.


Dari fakta-fakta Vladimir Putin, tampak bahwa fungsi kognitif yang menonjol dari Putin adalah:


Te (extraverted thinking)

Atas ketegasan dan kesigapannya membuat keputusan atau kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri untuk diberlakukan/ dipatuhi. Keinginannya untuk terus menjabat presiden Rusia juga menunjukkan sikap Te yang menikmati mengatur orang dan sistem.


Ni (introverted intuition)

Menjadi intelijen yang bertugas memantau/ memata-matai orang asing, diperlukan kemampuan dalam membaca orang dan situasi. Kemampuan ini dimiliki oleh pengguna Ni, karena fungsi ini fokus untuk memprediksi dan menyimpulkan makna dan kesan, atau apa yang tersembunyi di balik yang terlihat.


Fungsi kognitif Ni dengan kolaborasi fungsi Te juga berperan dalam penyusunan strategi dan perencanaan yang matang. Tampak dalam sikap Putin bagaimana dia membuat strategi dan perencanaan contohnya saat aneksasi / pengambilan wilayah Crimea Ukraina.


Se (extraverted sensing)

Sangat tampak dalam hobi dan kemampuan Putin di bidang olahraga yang muncul sejak usia belasan, serta kepiawaiannya mengoperasikan alat. Keterlibatan Putin dalam berbagai kegiatan yang mengandalkan ketangkasan fisik juga menunjukkan bahwa Putin menggunakan fungsi kognitif Se.


Fi (introverted feeling)

Di samping sisi maskulinitasnya, Putin memiliki sisi lembut sebagai penyayang binatang. Tak hanya memelihara sejumlah anjing, dia juga aktif dalam gerakan perlindungan hewan-hewan langka. Sikap ini biasanya merupakan perwujudan fungsi kognitif Fi, yang melibatkan nilai-nilai pribadi dan perasaan yang dalam.


Dari analisis ini, maka besar kemungkinan tipe MBTI Vladimir Putin adalah tipe yang menggunakan fungsi kognitif Te, Ni, Se, dan Fi. Sehingga ada 2 opsi tipe: 

1. ENTJ (Te-Ni-Se-Fi), eksekutif yang visioner dan kompetitif

2. INTJ (Ni-Te-Fi-Se), pemecah masalah yang senang berbagi wawasan


Tapi karena karakter kepemimpinan dan kecerdasan kinestetik/ fisik Vladimir Putin tampak sangat kental, menurut kami, tipe MBTI Vladimir Putin adalah ENTJ


INTJ dengan Te tidak dominan, cenderung tidak sampai berambisi menjadi pemimpin. Se pada INTJ yang ada di urutan ke-4 (inferior) berarti tipe INTJ tertarik bereksplorasi secara fisik, tapi kurang begitu menguasainya atau menguasainya setelah cukup dewasa. 


Hal ini berbeda dengan fakta Vladimir Putin yang begitu bersemangat memimpin Rusia selama mungkin, mulai berlatih judo sejak usia 11 tahun, dan cepat menguasai bermacam olahraga dan aktivitas fisik lainnya.


Bagaimana menurut kamu?



Mau tahu tipe MBTI kamu? Kamu bisa coba tes kepribadian singkat yang sudah kami buat di sini :
Tes Kepribadian Singkat, Mengetahui Tipe Kepribadian MBTI tanpa Tes MBTI


Thursday, March 3, 2022

,

 

intj-cocok

Apakah kamu tipe INTJ dan sedang mencari pasangan yang cocok? Yuk simak penjelasan berikut, semoga bisa jadi salah satu pertimbangan kamu untuk menemukan pasangan yang sefrekuensi, ya.

Karakteristik Tipe INTJ MBTI

Menurut teori MBTI, tipe INTJ dibentuk oleh 4 fungsi kognitif, atau yang dapat kita sebut karakteristik mereka dalam hal bagaimana mereka membuat keputusan dan penilaian (judging) dan bagaimana mereka mengumpulkan dan menyimpan informasi atau pengetahuan (perceiving)

Apa saja 4 fungsi kognitif INTJ? Ini dia :
  1. Dominant (sangat sering) - Ni (introverted intuition) : menyimpan informasi atau data abstrak, seperti ide, konsep, kesan, makna dll yang cenderung fokus pada bidang tertentu.
  2. Auxiliary (sering) - Te (extraverted thinking) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang logis diterapkan pada sistem eksternal/ di luar dirinya.
  3. Tertiary (kadang) - Fi (introverted feeling) : mengambil keputusan dan membuat penilaian berdasarkan apa yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi yang mereka pegang, atau apa yang selaras dengan perasaan terdalam mereka.
  4. Inferior (jarang) - Se (extraverted thinking) : mengumpulkan informasi atau data sensorik dari berbagai pengalaman indrawi atau aktifitas fisik baru.

Apa yang Dicari Tipe INTJ dalam Hubungan Asmara?

Berbicara soal apa yang dicari tipe INTJ dalam hubungan romantisnya, tak terlepas dari fungsi kognitif yang paling sering digunakan INTJ, yakni fungsi dominan Ni dan fungsi auxiliary Te.

Karena Ni tertarik dan fokus pada tema atau topik abstrak, maka dalam menjalin hubungan, INTJ akan merasa sangat terkoneksi dengan pasangan yang dengannya INTJ bisa berbagi dan memperbincangkan ide atau konsep abstrak.

Sedangkan Te, yang mengutamakan pengambilan keputusan dan penilaian pada apa yang logis diterapkan pada dunia luar, menjadikan INTJ senang berbagi wawasannya ke orang lain. 

Hal ini sekaligus menjadikan INTJ seringkali membutuhkan pasangan yang mampu mendengarkan dan menghargai wawasan dan pendapatnya tentang apa yang benar dan yang seharusnya dilakukan. Tipe INTJ tertarik dengan seseorang yang memiliki level intelektual yang cenderung setara dengannya.

Namun, karena Te cenderung bersifat blak-blakan secara lisan, INTJ bisa tampak dingin, kurang peka atau kurang bijaksana. Sehingga tidak mudah bagi INTJ untuk menemukan pasangan. Mestilah seseorang yang mampu melihat kejujuran INTJ sebagai niat baik atau pembawaan yang mesti dimaklumi.

Selain itu, sebagai pengguna Te yang memiliki dorongan untuk memperbaiki sistem eksternal, INTJ cenderung lebih cocok dengan tipe thinker juga. Karena dengan menitikberatkan pengambilan keputusan dan penilaian pada logika, mereka akan kemungkinan kecil mengalami masalah kesalahpahaman yang bersifat emosional.

Tipe MBTI yang Paling Cocok dengan INTJ

Dengan Ni dan Te yang dimiliki INTJ, setidaknya ada 4 tipe MBTI yang paling cocok dengan kepribadian INTJ.
Mereka adalah ENTPINTPENTJdan INTJ sendiri. Bagaimana kecocokan mereka, dan kenapa INTJ cocok dengan tipe-tipe ini? 

INTJ dan ENTP

Pasangan INTJ dan ENTP adalah pasangan dengan persamaan dan perbedaan yang seimbang. Sama-sama merupakan tipe intuitive dan thinker, pasangan ini bisa lebih terkoneksi saat berkomunikasi.

Tipe ENTP yang dominan Ne (extraverted intuition) memiliki bidang pengetahuan yang luas namun kurang mendalam. Sedangkan INTJ yang dominan Ni memiliki wawasan yang mendalam tapi kurang meluas di bidang-bidang yang lain.

Dengan perbedaan tersebut kedua tipe ini justru dapat saling melengkapi karena kelebihan ENTP adalah hal yang kurang pada diri INTJ, begitu pula sebaliknya. Dengan minat sama namun kemampuan yang berbeda ini, juga bisa membuat keduanya saling mengagumi.

Hobi berbagi ide dan wawasan menjadi persamaan kedua tipe ini, yang menjadikan keduanya akan merasa klop satu sama lain. Hanya saja dengan gaya yang berbeda.

INTJ lebih fokus, sedangkan ENTP lebih terpencar. Sesekali ini mungkin membuat INTJ bingung dan kesal. Namun sebagai pemikir terbuka, ENTP akan bersedia kembali ke jalur saat mendapat koreksi dari INTJ.

Terlebih lagi, ENTP dengan Ti (introverted thinking) sebagai fungsi auxiliary memiliki kontrol diri yang baik. Punya dorongan agar dirinya bertindak benar, karenanya terbuka pada masukan yang masuk akal dari INTJ.

ENTP sebagai pengguna Ti (introverted thinking) juga akan dapat mengarahkan INTJ agar lebih berpikir mendalam sebelum memutuskan. Sedangkan INTJ sebagai pengguna Te dapat memberi pandangan yang bermanfaat bagi ENTP untuk hidup lebih terarah dan mencapai target yang diharapkan.

Meski ekstrovert, ENTP terbilang masih selektif memilih komunitas bergaul. Sehingga INTJ tidak akan terlalu susah menyesuaikan diri dengan ekstrovert-nya ENTP. Karena ENTP tidak akan terlalu banyak menghabiskan waktu bersosialisasi ke sana kemari seperti pengguna Fe dominan (ExFJ)

INTJ dan INTP

Kedua tipe ini sama sekali tidak memiki 4 fungsi kognitif yang sama. Namun keduanya sama dalam hal minat pada ide dan teori, serta dalam hal sumber mendapatkan energi karena keduanya sama-sama introvert.

Kedua tipe ini analitis. Tapi INTP yang dominan Ti (introverted thinking) memiliki pembawaan lebih berhati-hati dan teliti. Dikombinasi dengan Ne (extraverted intuition) menjadikan INTP melihat sangat banyak opsi sehingga dalam mengambil keputusan akan lebih memakan waktu.

Berbeda halnya dengan INTJ yang dominan Ni, sebagai fungsi yang menyimpan berbagai informasi dan mengolahnya menjadi satu ide. Menjadikan INTJ lebih fokus, ditambah lagi dengan fungsi Te yang selalu ingin mengatur dunia luarnya, sehingga INTJ cenderung lebih tegas dan cepat mengambil keputusan.

Perbedaan ini tentu akan menjadi hal yang dapat menjadikan keduanya saling mengisi kekurangan. Karena terkadang dalam hidup, diperlukan kehati-hatian dan terkadang diperlukan kecepatan dalam mengambil langkah.

Minat pada tema-tema abstrak menjadi hal yang menyatukan kedua tipe ini. Karena INTP mengarahkan logikanya ke dalam, sedangkan INTJ mengarahkan logikanya ke luar, kemungkinan yang lebih banyak mengatur adalah INTJ. 

Namun seperti halnya ENTP, selama apa yang dikatakan INTJ adalah kebenaran dan disampaikan dengan cara yang baik, maka INTP tidak akan keberatan. INTP dengan adanya fungsi Fe (extraverted feeling) meski di posisi inferior, memungkinkan INTP lebih mengalah di permukaan. 

Berbeda dengan ENTP, Ne (extroverted intuition) pada INTP berada di urutan ke-2 sebagai auxiliary. Sehingga INTJ tidak akan banyak dibingungkan oleh pembicaraan yang melompat-lompat dari satu topik ke topik lain seperti yang biasa dilakukan ENTP.

Sebagai sesama introvert, pecinta ide dan teori, serta mengutamakan logika dalam mengambil keputusan meski dengan cara yang berbeda, menjadikan tipe INTJ dan INTP lebih mudah untuk saling beradaptasi dan mengembangkan hubungan.

INTJ dan ENTJ

Kedua tipe ini memiliki 4 fungsi kognitif yang sama. Perbedaanya hanya pada urutannya. Di mana INTJ lebih sering menggunakan Ni dulu lalu Te, sedangkan ENTJ lebih sering menggunakan Te dulu baru Ni.

Kesamaan ini sangat potensial menjadikan keduanya cocok hampir di segala aspek. Hanya saja, ENTJ yang ekstrovert dan INTJ yang introvert akan berbeda dalam mendapatkan sumber energinya. 

Kepribadian ENTJ mendapat energi melalui interaksi sosial, sedang INTJ mendapat energi dengan menyendiri atau bersama dengan beberapa orang-orang terdekat saja.

Sebagai sesama pengguna Ni dan Te, INTJ dan ENTJ dapat saling memahami cara pandang masing-masing. Kemungkinan untuk bersinggungan juga lebih kecil karena masing-masing memiliki cara berpikir dan berkomunikasi yang mirip.

Tipe ENTJ sangat mengutamakan target, efisiensi, efektifitas, dan strategi, begitu pun INTJ. Cara berbicara ENTJ yang mungkin to the point dapat dimengerti oleh INTJ, karena INTJ pun terkadang demikian. Sebaliknya juga bagi ENTJ.

Namun karena keduanya menggunakan Te meski dengan tingkat yang berbeda, keduanya mungkin sesekali akan berdebat saat tidak sependapat. Namun dengan diskusi sehat mengemukakan alasan yang lebih logis dan kuat, baik INTJ dan ENTJ tidak keberatan untuk mengoreksi dan mengubah pandangannya. 

Karena ENTJ lebih dominan, INTJ terkadang mungkin akan merasa didominasi oleh ENTJ. Tapi selama ENTJ menunjukkan pemikiran yang masuk akal demi kebaikan bersama, tipe INTJ kemungkinan besar tidak akan menganggapnya masalah.

Sebagai pasangan, mereka dapat bersinergi untuk mencapai kesuksesan bersama. INTJ yang dominan Ni mungkin akan lebih banyak memberikan ide cara terbaik mencapai tujuan, yang tentu akan dinilai sebagai kelebihan yang brilian oleh tipe ENTJ.

Sedangkan Te dominan yang dimiliki ENTJ yang tampak misalnya dalam efisiensi waktu dan penyelesaian tugas, juga akan menjadi poin plus di mata INTJ. INTJ mungkin melihat tipe ENTJ sebagai orang yang patut ditiru, menjadikan INTJ lebih bersemangat mengembangkan kekuatan fungsi Te-nya.

Dalam hal romantisme, INTJ kemungkinan akan lebih berinisiatif karena fungsi Fi ada di urutan ke-3 (tertiary) berbeda dengan ENTJ yang fungsi Fi-nya inferior/ di urutan ke-4. Gaya romantisme keduanya juga lebih tak disangka-sangka karena lebih seringnya menampilkan sisi logika ketimbang perasaan.

INTJ dan INTJ

Tidak perlu diragukan lagi bahwa orang yang paling memahami INTJ adalah INTJ itu sendiri. Pasangan yang sama di keempat fungsi kognitif baik secara jenis dan urutan ini tentu tidak butuh waktu lama untuk dapat saling mengerti kecenderungan masing-masing.

Di awal perkenalan/ pdkt, keduanya mungkin takjub karena begitu banyak kesamaan dari gaya hidup dan cara mereka memandang dunia. Dalam mendiskusikan sesuatu, mereka mungkin akan lebih banyak saling setuju, terlebih kerena keduanya menilai dengan pendekatan yang sama, yakni Te.

Namun, meski setipe, INTJ juga bisa berbeda satu sama lain. Ada yang sering gegabah menyimpulkan, ada yang sudah mahir mengaktifkan fungsi inferior Se (extroverted sensing) untuk terhubung dengan dunia luarnya, dll. Karena itu, adaptasi antara pasangan INTJ dan INTJ tetap diperlukan, meski tidak rumit.

Persamaan keduanya tentu akan membuat mereka menjadi pasangan yang nyambung, saling menghargai, dan kemungkinan menghabiskan waktu bersama lebih sering karena keduanya sama-sama intovert dengan basic cara berpikir yang sama.

Meski begitu, kedua pasangan ini perlu berhati-hati jangan sampai terlena pada karakteristik bawaan mereka tanpa upaya mengembangkan sifat atau sikap lain yang bermanfaat untuk pengembangan diri mereka.

Bagaimana dengan Tipe MBTI Lainnya?

Selain 4 tipe MBTI yang disebutkan di atas, ada juga tipe-tipe lain yang cukup cocok dengan INTJ, yakni : INFP, INFJENFP, dan ENFJ.

Sedangkan tipe-tipe kepribadian MBTI yang butuh usaha cukup besar untuk mengembangkan hubungan dengan INTJ adalah : ESTJ dan ESFJ.

Ingat, Tidak Ada Hubungan yang Sempurna

ENTPINTPENTJdan INTJ sendiri secara karakteristik tampak sangat cocok dengan INTJ, namun tidak ada hubungan yang sempurna. Mereka tentu juga akan mengalami masalah atau cekcok sebagaimana umumnya pasangan. 

Dan yang perlu digarisbawahi adalah bahwa tak jarang ada faktor-faktor X yang menjadikan hubungan tidak semulus teorinya. Entah itu faktor internal dari orangnya, atau faktor eksternal yang mempengaruhi jalannya hubungan.


Mau tahu ciri-ciri tipe kepribadian INTJ yang lebih detail? Kamu bisa baca di sini : 18 Ciri Kepribadian INTJ, Pemecah Masalah yang Senang Berbagi Wawasan

Tidak yakin kamu INTJ? Kamu bisa coba tes kepribadian singkat yang sudah kami buat di sini :
Tes Kepribadian Singkat, Mengetahui Tipe Kepribadian MBTI tanpa Tes MBTI

Follow Us @inspilogi