,
Darimana Istilah INFJ-T dan INFJ-A Berasal?
INFJ adalah salah satu dari 16 tipe kepribadian MBTI. Kepanjangan dari INFJ adalah Introvert, iNtuitive, Feeling, Judging.
Yang artinya, seorang dengan tipe kepribadian INFJ akan:
- menghabiskan waktu sendiri untuk mengisi energinya kembali,
- mampu menangkap informasi abstrak dengan baik,
- mengutamakan pertimbangan nilai atau pertimbangan suka/ tidak suka dalam mengambil keputusan atau bertindak,
- cenderung bergaya hidup teratur dan menyukai sesuatu diputuskan
Oleh 16 Personalities melalui website-nya, INFJ dibagi lagi menjadi 2 jenis, yakni INFJ-A (Assertive) dan INFJ-T (Turbulent)
Pembagian ini berdasarkan ketahanan emosional individu INFJ. Agak mirip dengan konsep neuroticism dalam teori kepribadian Big Five/ OCEAN.
Secara bahasa, Assertive berarti terkontrol, sedangkan Turbulent berarti bergolak.
Perbedaan INFJ-T dan INFJ-A
Dari istilah yang digunakan saja, Assertive (terkontrol) dan Turbulent (bergolak) kita mungkin sudah bisa menangkap perbedaan INFJ-A dan INFJ-T.
INFJ-A adalah kepribadian INFJ dengan emosi yang cenderung terkontrol
INFJ-T adalah kepribadian INFJ dengan emosi yang cenderung bergejolak, fluktuatif, atau naik turun.
Untuk lebih jelasnya, simak ciri-ciri kepribadian INFJ-T berikut ini :
Ciri Kepribadian INFJ-T
- Sangat empati dan ingin membantu orang lain, hingga cenderung terlalu mengedepankan kepentingan orang lain bahkan jika harus mengorbankan diri sendiri
- Karena kepedulian yang tinggi terhadap orang lain, terkadang membuat INFJ-T tampak mengatur atau memaksakan standarnya kepada orang lain
- Sensitif terhadap kritik. Kritik sedikit bisa membuat INFJ-T tersinggung atau sedih.
- Cenderung terlalu perfeksionis, sehingga jika terjadi hal yang tidak sesuai harapan atau rencana akan membuat INFJ-T mudah stres atau marah.
- Moody. Mood INFJ-T cenderung kurang stabil. Agak mudah kehilangan mood saat berhadapan dengan hal yang tidak disukainya, dan butuh waktu untuk mengembalikan mood itu.
- Sering mempertanyakan diri sendiri dalam kaitannya dengan sudah seberapa baik hubungan mereka dengan orang lain
- Sering merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain
- Merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri saat tidak menolong orang lain
- Mendramatisir keadaan, cenderung menafsirkan sesuatu secara berlebihan atau lebih buruk dari yang sebenarnya
- Resah dan stres memikirkan ketidakadilan atau ketidakbenaran
- Dibanding INFJ-A, lebih membutuhkan orang lain dan lebih bergaul
- Sangat memikirkan pendapat orang lain tentang diri mereka, sehingga seringkali bimbang mengambil keputusan atau tindakan
- Ingin mencapai standar yang secara umum disukai oleh kebanyakan orang, seperti materi atau karir yang berkelas
- Melakukan atau tidak melakukan sesuatu karena takut ditolak oleh orang lain
- Dibanding INFJ-A, lebih menghindari risiko
- Kadang merasakan penyesalan dan mengingat masa lalu yang mengecewakan
Saran Pengembangan / Nasihat untuk INFJ-T
- Kamu tidak bertanggung jawab atas kebahagiaan semua orang, dan tidak mungkin juga memuaskan harapan semua orang. Terus merasa wajib menyenangkan semua orang akan melelahkan dirimu sendiri.
- Lakukan yang apa yang benar, bukan berdasarkan apa nanti kata orang lain
- Telaah masalah dengan tenang, terkadang apa yang sebenarnya tidak seburuk apa yang ada di pikiran kamu
- Hargai perbedaan, tidak semua orang memiliki standar nilai yang sama dengan kamu
- Tidak ada manusia yang sempurna, kamu pun demikian. Maka terimalah kritik dengan lapang dada
- Biarkan masa lalu menjadi pelajaran. Waktu tidak akan bisa diulang. Kesedihan akan masa lalu tidak akan memperbaiki keadaan, malah bisa memperburuknya.
- Bantulah orang lain, tapi jangan sampai mengorbankan diri kamu secara berlebihan
- Ubah rasa resah dan gusar terhadap ketidakadilan menjadi optimisme dan semangat untuk melakukan upaya memperbaiki keadaan
- Kontrol mood, jangan biarkan mood yang mengontrolmu. Latihlah diri untuk lebih tenang dan santai menghadapi sesuatu yang tak sesuai harapan.
