Apakah kamu seorang introvert yang merasa tidak nyaman dengan ke-introvert-an kamu?
Apakah kamu termasuk orang yang menganggap orang introvert itu pemalu, penakut, anti-sosial? Jika iya, berarti kamu masih salah kaprah nih tentang introvert.
Lalu intorvert itu apa, dong? Simak penjelasan keunikan introvert berikut untuk memahami introvert dan kebiasaan orang introvert lebih dalam dan biar tidak salah lagi.
Introvert Adalah...
Adalah psikolog Carl Jung, orang yang pertama kali mempopulerkan dan menjabarkan istilah introvert dan ekstrovert pada tahun 1920-an. Menurut Carl Jung, perbedaan mendasar antara introvert dan extrovert (yang pada masa itu disebut extravert) adalah pada bagaimana mereka mendapatkan kembali energi.
Secara sederhana, introvert adalah jenis kepribadian yang membutuhkan waktu sendirian untuk mengisi ulang energinya. Sebaliknya dengan ekstrovert, jenis kepribadian yang mengisi bahan bakarnya dengan cara berkumpul dengan orang lain.
Jadi, introvert adalah tentang cara recharge atau mendapatkan energi kembali. Tidak ada hubungannya dengan sifat pemalu, penakut, apalagi anti-sosial. Segala sifat negatif bisa saja dimiliki baik orang introvert maupun ekstrovert. Tidak menjadi identitas khas salah satu kepribadian.
Apa yang membuat seorang introvert terlihat lebih diam adalah kecenderungan mereka untuk lebih fokus ke dalam dirinya di banding dunia luar. Ingat, sumber energi mereka adalah diri sendiri. Namun ini bukan berarti mereka pemalu, penakut atau anti-sosial, kan?
Banyak Tokoh Hebat Dunia yang Introvert lho!
Bill Gates sang pendiri Microsoft, J.K Rowling penulis novel ternama Harry Potter, Abraham Lincoln salah satu presiden terbaik Amerika Serikat, dan Mahatma Gandhi tokoh yang terkenal dengan kesederhanaan dan kebijaksanaannya adalah sederet dari banyak tokoh hebat berkarakter introvert. Apa mereka pemalu, penakut, dan anti-sosial?
![]() |
| Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat ke-16 |
Namun yang perlu dicatat, bahwa masing-masing kita pasti memiliki keduanya, sisi introvert maupun ekstrovert. Tidak ada yang 100% introvert dan tidak ada yang 100% ekstrovert. Karena seorang introvert tetap butuh kebersamaan dengan orang lain, dan seorang ekstrovert pasti juga butuh me time.
8 Ciri-Ciri Introvert yang BENAR
Untuk lebih jelasnya tentang apa itu introvert dan mengetahui apakah kamu termasuk introvert, cek 8 ciri-ciri introvert berikut ini :1. Senang Menghabiskan Waktu Sendiri
Jika orang-orang ekstrovert menganggap bahwa sendiri dalam waktu yang agak lama adalah hal membosankan bahkan mengerikan, lain halnya dengan introvert. Bagi sang intovert, masa-masa sendiri sangat diperlukan untuk kesehatan dan kebahagiaan hidupnya.
Sendiri di sini baik dengan dengan sekadar beristirahat atau melakukan aktivitas yang menjadi hobinya, seperti membaca, menulis, menonton film, bermain game, atau aktivitas lain yang dikerjakan sendirian.
2. Energi terkuras seiring interaksi sosial yang terus menerus
Sama seperti ekstrovert, introvert juga berinteraksi sosial. Baik itu dengan keluarga, teman, tetangga atau bahkan orang baru. Bedanya, introvert punya batas tertentu, di mana interaksi sosial yang berlangsung secara terus-menerus akan membuatnya lelah dan butuh mengisi kembali energi dengan menarik diri dan menyendiri.
Tapi, setelah mereka merasa "baterai" mereka sudah cukup full, mereka pun siap kembali berinteraksi dengan orang lain. Ini menjadi alasan juga kenapa sejumlah introvert tetap mampu menjadi guru, pembicara, pekerja sosial, bahkan pemimpin yang baik, padahal profesi tersebut membutuhkan interaksi sosial.
Analoginya seperti handphone, yang mampu dipakai bermain game dari pagi hingga sore, tapi ada masanya butuh dicas beberapa jam sebelum bisa digunakan kembali. Baterai habis setelah bermain game, bukan berarti HP-nya tidak mumpuni menjajal game kan? Sama halnya saat "baterai" kamu habis setelah berinteraksi sosial.
3. Lebih maksimal saat bekerja sendiri
Jika diberi pilihan, bekerja kelompok atau bekerja sendiri, orang introvert akan memilih bekerja sendiri. Namun ini bukan berarti bahwa introvert tidak dapat bekerja dalam tim dengan baik. Hanya saja konsentrasi dan kekuatan mereka dalam menciptakan karya berkualitas akan lebih maksimal jika mereka bekerja sendiri.
Bekerja dengan orang lain akan membuat introvert harus mengambil waktu dan energi lagi untuk terkoneksi, membuat mereka merasa kurang bebas mengeksplor ide mereka.
4. Punya lingkaran teman yang kecil tapi dekat
Ini bukan berarti bahwa orang introvert tidak terbuka pada pertemanan baru dan tidak dapat bersosialisasi, makanya lingkaran pertemanan mereka kecil. Mereka juga merasa tak masalah berkenalan dengan orang baru, terlebih jika orang tersebut memiliki kualitas yang diminati oleh sang introvert.
Para introvert memang tidak berambisi memiliki teman sebanyak-banyaknya. Karena menurut mereka, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas. Mereka lebih memilih untuk menjaga hubungan berkualitas tinggi yang memiliki kedekatan dan kecocokan yang kuat, karena itu membuat mereka lebih bahagia.
5. Pikiran selalu sibuk
Frekuensi berbicara orang-orang introvert cenderung sedang hingga rendah. Namun sebenarnya pikiran mereka sangat aktif dan ribut. Sebelum mengucapkan atau melakukan sesuatu, mereka seringkali memrosesnya terlebih dahulu di dalam kepala. Menjadikan mereka cenderung berhati-hati dalam setiap tindakan.
Hal ini juga menjadi alasan kenapa orang-orang introvert tak seaktif ektrovert dalam hal berceloteh dan bergerak. Hanya saja, jika tidak memanajemen pengambilan tindakan dengan baik, mereka terkadang menjadi terlalu berhati-hati hingga kehilangan kesempatan.
Tak jarang mereka mengambil waktu lebih memikirkan sesuatu baik itu ide ataupun masalah yang sedang mereka alami. Jadi jangan heran jika introvert terlihat sering melamun, atau bahkan berbicara pada diri sendiri.
6. Introspektif
Pikiran introvert yang senantiasa aktif membuat mereka lebih introspektif, mampu melihat apa yang perlu diperbaiki dalam diri mereka. Yang mana karakteristik ini tentu saja menjadi nilai plus bagi para introvert.
Tapi jika pikiran mereka sedang tidak jernih, mereka bisa terjebak dalam sikap over introspektif : menyalahkan diri sendiri.
Saking introspektifnya, tidak sedikit juga para introvert yang belum teredukasi mengenai kepribadiannya, merasa dirinya aneh bahkan "tidak normal" karena merasa berbeda di tengah lingkungannya. Ini terjadi utamanya pada mereka yang tumbuh dan tinggal di lingkungan dominan ekstrovert dimana mereka sering didorong untuk bisa seterbuka ekstrovert.
Sifat introspektif ini menjadi kekuatan sekaligus PR yang perlu ditata sedemikian rupa oleh para introvert agar jangan sampai merugikan diri sendiri. Introspektif sangat bagus, tapi jangan sampai terintervensi oleh pendapat-pendapat yang tidak perlu.
7. Lebih nyaman berkomunikasi via teks dibanding bicara langsung
Terkait dengan ciri nomor 5 dan 6 di atas, pikiran aktif dan sifat introspektif introvert menjadikan mereka lebih nyaman berkomunikasi dan mengemukakan pendapat via teks baik melalui chatting atau komentar dan status di media sosial. Karena melalui tulisan, mereka memiliki waktu lebih untuk memilah kata dan ekspresi yang tepat, tanpa dipotong oleh orang lain.
Tak jarang orang introvert tampak lebih komunikatif dan gaul di chat dan social media dibanding saat bertemu dan berbicara langsung. Tak sedikit juga di antara mereka yang handal dan kreatif dalam membuat tulisan yang enak dibaca.
Tak jarang orang introvert tampak lebih komunikatif dan gaul di chat dan social media dibanding saat bertemu dan berbicara langsung. Tak sedikit juga di antara mereka yang handal dan kreatif dalam membuat tulisan yang enak dibaca.
8. Memancarkan aura "kalem"
Orang introvert maupun ektrovert sebenarnya cukup mudah dikenali dari luar. Bisa ditangkap dari aura yang mereka pancarkan,. Di mana dalam hal ini, para introvert memancarkan aura "kalem" bahkan saat mereka sedang aktif bercerita.
Aura kalem ini juga yang kadang disalah artikan oleh orang lain sebagai sifat pemalu atau anggapan yang lebih positif dianggap penyabar. Padahal, kalemnya si introvert bukan berarti mereka malu bahkan bukan juga tanda mereka punya kesabaran tinggi. Mereka mungkin sedang menghimpun energi di tengah orang sekitar.
Semoga penjelasan di atas bisa semakin membuka wawasan kamu tentang introvert yang sebenarnya. Dan buat kamu para introvert yang pernah merasa "aneh" dengan karakter introvert kamu itu, ketahuilah bahwa introvert-mu itu normal senormal-normalnya.
Komen di bawah jika kamu punya pertanyaan atau mau sharing. Jangan lupa juga untuk share artikel ini jika dirasa bermanfaat, agar semakin banyak yang tercerahkan dan mengenal introvert melalui perspektif yang tepat.
Semoga penjelasan di atas bisa semakin membuka wawasan kamu tentang introvert yang sebenarnya. Dan buat kamu para introvert yang pernah merasa "aneh" dengan karakter introvert kamu itu, ketahuilah bahwa introvert-mu itu normal senormal-normalnya.
Komen di bawah jika kamu punya pertanyaan atau mau sharing. Jangan lupa juga untuk share artikel ini jika dirasa bermanfaat, agar semakin banyak yang tercerahkan dan mengenal introvert melalui perspektif yang tepat.


No comments:
Post a Comment
Apa pertanyaan atau pendapat kamu?